GIIAS 2021: Tepis Kabar Mesin J08 Cepat Panas, Ini Jawaban Hino Indonesia

GIIAS 2021: Tepis Kabar Mesin J08 Cepat Panas, Ini Jawaban Hino Indonesia

Beredar kabar kalau mesin Hino jenis J08 sering kepanasan selama perjalanan jauh. Selain itu, informasi yang tersebar juga mengatakan pelumas pada mesinnya cepat habis karena suhu mesin selalu tinggi. Menjawab keluhan itu, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) memberi penjelasan terkait masalah mesin bus Hino di GIIAS 2021 bersama Forwot pada Rabu (18/11).

Pada kegiatan talkshow Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) bertajuk “Performa Bisnis dan Keunggulan Engine Oil Gallery”, pihaknya menjabarkan problem yang sering dialami oleh para pengemudi bus. Menurut Irwan Supriyono, After Sales Director HMSI mengatakan kabar itu tidak benar. “Kami sudah buktikan dengan melakukan sesi pengujian untuk mengukur temperatur oli mesin bus Hino RN285 yang melintasi ruas tol Trans Jawa,” jelasnya.

mesin HINO

Dalam pengetesan tersebut menggunakan perangkat Monitoring Graphtec Digital Logger. Selama pengujian, data Hino DX II memonitor kecepatan bus, putaran mesin (rpm), engine coolant temperature dan konsumsi bahan bakar.

Baca juga: GIIAS 2021: Hino Kenalkan Mobil Vaksin Berfitur Medis Lengkap, Siapa Tertarik?

Bus Hino RN285 Common Rail yang dites adalah unit bus AKAP PO Sinar Jaya jurusan Jakarta-Surabaya (PP). Mengangkut 33 penumpang dengan kapasitas bagasi penuh. Bus diberangkatkan dari Terminal Pulogebang, Jakarta tujuan Terminal Purabaya, Surabaya melintasi ruas tol Trans Jawa.

Mesin Hino

Hino Bus diuji dengan kondisi kecepatan operasi di atas 100 km/jam terus menerus, sangat mumpuni dan mesin tetap stabil. Temperatur oli mesin, dan rata-rata oli di mesin hampir sama atau tidak ada pengurangan, dan jauh dari batas titik nyala oli (±230°C). Laju pendinginan radiator Hino Bus, baik itu RN285 dan R260 berkisar antara 25 - 30°C artinya menunjukan hasil yang lebih baik dari laju pendinginan radiator brand lain yang hanya berkisar 10°C, walaupun mesin Hino memiliki kuantitas oli yang lebih sedikit, dan melaju dengan kecepatan tinggi secara terus menerus di Tol Trans Jawa.

Yang terpenting dari tes ini, Hino Bus RN285 dan R260 mendapatkan hasil konsumsi bahan bakar yang lebih baik, berkisar 11 persen untuk Hino Bus R260 dan Hino Bus RN285 di angka 7 persen. Dari sisi operasional cost, perbandingan biaya ganti oli selama satu tahun juga lebih hemat seperti Hino Bus R260 lebih hemat 78 persen bila dibandingkan brand lain.

Mesin Hino

Peran utama dari hasil tersebut yakni piston Hino lebih persegi (kotak) dibanding merek lain. Di situ terdapat lubang pelumasan pada Oil Gallery untuk mendinginkan piston. Ini dapat meningkatkan efisiensi pendinginan dibandingkan dengan tipe piston tanpa oil gallery. Piston dengan cooling gallery, 50 persen panas dari piston akan ditransfer ke minyak pelumas. Kualitas minyak pelumas memainkan peran penting seperti memiliki lebih sedikit deposit dan ketahanan oksidasi yang tinggi seperti HGO.

Berkaitan dengan hal itu, Hino Genuine Oil (HGO) juga memiliki produk pelumas dan zat aditif berkualitas tinggi. Terdapat 9 komponen aditif Hino Genuine Oil seperti friction modifier untuk melapisi permukaan logam dan mengurangi gesekan. Oiliness agent yang memperkuat lapisan film pada oli dan anti wear mencegah keausan dan kerusakan pada komponen.

Oli asli Hino juga dilengkapi anti corossion menjaga komponen tidak mudah korosi. Serta anti-oxidant mencegah oksidasi dan memperpanjang umur oli. Pada Hino Genuine Oil terdapat juga detergents dan dispersants menjaga mesin tetap bersih. Viscosity index improver menjaga stabilitas viskositas, antifoaming agents mencegah pembentukan gelembung busa, dan pour point depressant mempertahankan fluiditas pada suhu dingin.

“Dampak oli mesin berkualitas rendah adalah membuat komponen lecet, engine noise, dan daya tahan buruk sehingga biaya pemeliharaan tinggi. Untuk itu kami hadirkan HGO yang sudah mengandung komponen aditif yang lengkap untuk kendaraan bisnis customer, dan pastikan selalu menggunakan Hino Genuine Oil agar bisnis lebih efisien”. Terang Santiko Wardoyo, COO-Director PT Hino Motors Sales Indonesia. (Bgx/Tom)

Baca juga: Euro 4 Berlaku Tahun Depan, Sistem Common Rail Milik Hino Jadi Andalan

Anda mungkin juga tertarik

Video Truk Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Truk