Foton Bukan Cuma Jualan Kendaraan Listrik, tapi Juga Bangun Ekosistem
Begini strategi Foton menjajaki bisnis di Indonesia sambil membidik ekspansi jaringan lebih luas
Di tengah gempuran merek kendaraan komersial listrik yang berlomba masuk pasar Indonesia, Foton memilih jalan yang sedikit berbeda. Alih-alih sekadar mengandalkan kecepatan meluncurkan model baru, perusahaan ini justru menaruh perhatian besar pada apa yang terjadi setelah unit terjual. Mulai dari jaringan servis, ketersediaan suku cadang, sampai fleksibilitas sasis yang bisa disesuaikan dengan jenis usaha.
KEY TAKEAWAYS
Model kendaraan komersial listrik Foton apa saja yang sudah dirakit secara lokal (CKD) di Indonesia?
Model yang sudah dirakit secara Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia antara lain Foton eTRUCKMATE, eMILER, dan eAUMARKBerapa lama masa garansi yang diberikan Foton untuk unit kendaraan dan komponen baterainya?
Foton memberikan garansi kendaraan hingga 100.000 km serta jaminan komponen baterai hingga 8 tahun (sesuai ketentuan model)Setelah lebih dulu memperkuat kehadirannya di Jakarta, Surabaya, dan Bali, tahun ini giliran Batam dan Medan yang masuk radar ekspansi Foton Indonesia. Perluasan wilayah sejalan dengan ambisi perusahaan membangun rantai layanan yang utuh, bukan sekadar titik penjualan yang tersebar di berbagai kota.
Jual Ekosistem, Bukan Cuma Kendaraan
Saat ini portofolio kendaraan komersial listrik Foton mencakup eTRUCKMATE, eMILER, eAUMARK dan eVIEW. Mengisi segmen kendaraan niaga ringan sampai truk berkapasitas lebih besar. Namun bagi Foton, jajaran produk ini hanyalah satu bagian dari gambaran besar yang sedang dibangun perusahaan.
"Foton bukan sekadar menjual mobil. Yang kami siapkan adalah ekosistem. Mulai dari produk, layanan purnajual, charging, sampai solusi kendaraan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis," ujar Adhiguna Wibowo, Marketing Department Head Foton Indonesia, saat berbincang-bincang langsung bersama Oto.com, (18/9).
Untuk menopang populasi kendaraan listriknya, Foton juga memanfaatkan jaringan Indomobil yang kini telah memiliki 59 titik jaringan servis tersebar di berbagai wilayah Tanah Air. Dukungan purnajual pelanggan juga diperkuat lewat program bernama Total Care, yang mencakup perawatan berkala, jasa perbaikan, layanan service car untuk kendaraan yang butuh penanganan di lokasi, hingga pelatihan bagi mekanik, pengemudi, dan pelanggan yang baru beralih ke kendaraan listrik.
Soal jaminan produk, Foton memberi garansi kendaraan hingga 100.000 kilometer, sementara komponen baterai dijamin hingga 8 tahun, tergantung ketentuan masing-masing model.
Satu Sasis, Banyak Wajah
Yang menarik dari strategi Foton adalah pendekatannya terhadap perakitan lokal. Lewat skema Completely Knocked Down (CKD), sejumlah model seperti eTRUCKMATE, eMiler, dan eAUMARK kini sudah dirakit langsung di Indonesia. Skema ini membuka ruang bagi Foton untuk menyesuaikan produknya dengan karakter pasar domestik, termasuk lewat opsi sasis yang bisa dikembangkan sesuai jenis usaha calon pembeli.
Untuk model tertentu, konsumen bahkan bisa memilih konfigurasi sasis dan karoserinya sendiri. Artinya, satu basis kendaraan yang sama bisa diubah menjadi berbagai wujud sesuai kebutuhan operasional. Mulai dari kendaraan distribusi barang, medium bus, compactor sampah, micro bus atau angkot, ambulans, hingga kendaraan box berpendingin.
"Karena kebutuhan setiap bisnis berbeda, kami tidak ingin pendekatannya hanya satu produk untuk semua. Sasis dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional, termasuk melalui kolaborasi dengan karoseri lokal," jelas Adhiguna.
Kolaborasi dengan karoseri lokal ini pula yang memastikan setiap kendaraan komersial Foton yang beredar di jalan Indonesia benar-benar cocok dengan kondisi dan kebutuhan lapangan, bukan sekadar produk global yang ditempelkan begitu saja ke pasar domestik.
Menyasar Segmen Lebih Berat, hingga 14 Ton
Ekspansi lini produk Foton rupanya tidak berhenti di kendaraan ringan dan menengah. Perusahaan saat ini tengah mengembangkan kendaraan berkapasitas sekitar 14 ton, sebagai langkah memperluas jangkauan ke segmen kendaraan komersial listrik yang lebih berat.
Setiap model yang dikembangkan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasar, mencakup kapasitas angkut, jarak tempuh, waktu operasional, kemampuan pengisian daya, hingga jenis karoseri yang dibutuhkan.
"Truk listrik masih memiliki tantangan. Karena itu, yang kami lakukan bukan hanya menghadirkan produknya, tetapi juga menyiapkan seluruh pendukungnya agar kendaraan tersebut benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis," tambah Adhiguna.
Dipercaya Pos Indonesia hingga Indomaret
Strategi membangun ekosistem ini tampaknya mulai membuahkan hasil di lapangan. Sejumlah perusahaan dan institusi, baik dari kalangan BUMN, korporasi swasta, maupun pemerintahan, telah menjalin kerja sama dengan Foton. Beberapa nama yang tercatat menggunakan kendaraan Foton antara lain Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta (DLH DKI), Pos Indonesia, Indomaret, Roti O, Garuda Food, Kalista, dan BNI Life.
Salah satu implementasi paling konkret adalah penyerahan 20 unit eTRUCKMATE kepada Pos Indonesia untuk mendukung operasional distribusinya. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa kendaraan komersial listrik kini tidak lagi dilirik sebatas untuk kebutuhan logistik semata, melainkan juga merambah distribusi ritel, layanan korporasi, sampai operasional dengan kebutuhan khusus seperti kendaraan dinas lingkungan.
Penjualan Tembus 300 Unit, Bidik 500 Unit di Akhir Tahun
Dari sisi angka penjualan, performa Foton sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Hingga Agustus lalu, penjualan kendaraan listrik komersial Foton sudah mencapai sekitar 300 unit, dengan target akhir tahun dipatok di angka 500 unit. Pertumbuhan ini turut ditopang oleh bertambahnya pilihan produk serta perluasan jaringan penjualan di berbagai kota besar.
Ke depan, Foton juga memastikan akan terus memperbarui lini produknya, dengan model-model baru yang dijadwalkan hadir tahun depan sebagai kelanjutan pengembangan kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang kian beragam. Sebagai pelengkap, perusahaan turut menyiapkan paket bundling antara kendaraan dan perangkat charging, guna menawarkan solusi yang lebih terintegrasi bagi konsumen.
"Tujuan kami bukan hanya menjual kendaraan listrik. Kami ingin memastikan pelanggan dapat meningkatkan efisiensi bagi operasional bisnis konsumen dan kendaraan tersebut benar-benar dapat mendukung produktivitas bisnis mereka," tutup Adhiguna. (ODI)
Baca Juga:
Foton eTunland dan eView Connect Perkuat Elektrifikasi Kendaraan Niaga Indonesia
Foton Tawarkan Aneka Kendaraan Komersial EV di GIICOMVEC 2026
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
Truk Pilihan
- Terbaru
- Populer
Video Truk Terbaru di Oto
Artikel Truk dari Zigwheels
- Motovaganza