Oto
jakarta-selatan

Porsche Beberkan 5 Purwarupa Rahasia, Ada Cayenne Cabriolet

  • 28 Des, 2018
  • 481 Kali Dilihat

Gudang divisi riset dan pengembangan Porsche menyimpan segudang rahasia. Misalnya, tersembunyi sejumlah mobil purwarupa yang memberikan jalan bagi lahirnya mahakarya ikonik. Kebanyakan dari mobil itu tak sempat diproduksi, tak sedikit pula yang bahkan belum pernah terpapar pandangan mata orang luar Porsche.


Beruntung sekali, produsen mobil sport asal Jerman itu, beberapa waktu lalu mengajak kita mengintip lima dari banyak koleksi berharganya itu. Porsche menampilkannya di channel resmi Youtube mereka. Ada roadster mungil sampai SUV (Sport Utility Vehicle) bongsor tak beratap.


1. Porsche 984 (1984-1987)



Roadster ringkas inilah prototipe dari mobil konsep futuristis yang aerodinamis. Dikerjakan para insinyur Porsche dalam kurun waktu 1984-1987, Porsche 984 tak pernah masuk jalur produksi. Lewat mobil compact sports ini, mereka berupaya mewujudkan karakter berkendara yang dinamis melalui desain dengan hambatan angin rendah. Tak seperti kebiasaannya yang selalu mengandalkan mesin berperforma beringas.


Tenaga yang dihasilkan oleh mesin 984 Roadster hanya 135 PS. Namun sanggup membawa mobil sports ini menyentuh kecepatan maksimum 220 kpj. Performa ini ditunjang oleh bobotnya yang sangat ringan, hanya 880 kg.


2. Porsche Cayenne Cabrio (2002)



Cayenne, mobil dengan nilai sejarah amat tinggi bagi Porsche. Sejenak meninggalkan kebiasaan menciptakan mobil sport, Porsche menguji nyali. Cayenne, Porsche pertama dengan kemampuan offroad sejak mereka lama berhenti memproduksi traktor. Ia juga mobil 4-pintu pertama Porsche. SUV ini pun memberi jalan bagi lahirnya kembali mesin V8 Porsche yang sempat mati suri sepeninggal Porsche 928.


Rupanya ketika para desainer Porsche merancang Cayenne pada 2002, versi tak beratap sempat dipelajari. Saat ini memang sudah banyak produsen mobil mewah yang menjual SUV cabriolet. Tapi 16 tahun yang lalu? Itupun Cayenne generasi pertama ini punya keunikan yang tak ditemui SUV cabriolet masa kini, Targa Roll Bar.


Menariknya lagi, bagian belakang mobil ini memiliki dua desain berbeda. Maksudnya, ketimbang menciptakan dua mobil prototipe dengan desain berbeda, para insinyur Porsche menyatukan dua desain yang berbeda itu dalam satu mobil contoh. Cerdas bukan?


3. Porsche 911 Carrera 3.2 Speedster Clubsport (1987)



Terinspirasi dari Porsche Speedster di era 1950-an, para insinyur di Stuttgart menciptakan 911 Carrera 3.2 Speedster Clubsport. Sungguh mobil ini dirancang murni hanya untuk kesenangan berkendara. Mereka mencopot kaca depan 911 Carrera dan seluruh jendelanya. Kemudian memasang deflector (pengalih angin) di depan pengemudi. Paling keren, cover plastik yang menutupi kokpit hanya menyisakan ruang di kursi pengemudi menjadikannya sebagai mobil single seater. Tema ini mengikuti apa yang mereka lakukan pada mobil balap Porsche 550 Spyder.


Speedster single-seater ini dibekali mesin yang bertenaga 234 PS dan sanggup melesat hingga kecepatan maksimum 245 kpj. Prototipe ini memang tak pernah dipasarkan. Namun basis dan bodi mobil inilah yang kemudian dikembangkan menjadi versi produksi dari Porsche Carrera 911 Speedster.


4. Porsche Panamericana (1989)



Mobil sports berwujud ‘nyeleneh’ ini diciptakan hanya dalam beberapa bulan saja. Pasalnya, Panamericana diciptakan sebagai hadiah ulang tahun yang ke-80 sang pendiri, Ferdinand Porsche. Keunikan utama mobil ini jelas dari desainnya yang tak bersudut. Lihat saja bentuk lubang fender roda yang tak biasa. Atapnya menggunakan ritsleting sehingga bisa dibuka dengan mudah dan disimpan ke dalam bagasi. Desain atapnya ini juga menjadi basis pengembangan dari versi modern Targa Roof. Porsche Panamericana dibekali mesin yang bertenaga 253 PS dengan kecepatan maksimum 210 kpj.


5. Porsche 918 Spyder Rolling Chassis (2011)



Terakhir tak kalah istimewa, Porsche 918 Spyder Rolling Chassis. Paska penampilan perdana versi konsep dari mobil ini di geneva Motor Show 2010, Porsche menerima tak kurang dari 2.000 permintaan konsumennya. Pada 2012, Porsche membangun versi prototipe atau Rolling Chassis ini untuk pengembangan dan pengujian di lintasan balap.


Tak cuma itu, Porsche sempat mengajak sejumlah jurnalis untuk melihat langsung dan mencicipinya di sirkuit. Tujuannya untuk memberitahu publik bagaimana konsep mesin plug-in hybrid 918 Spyder yang bertenaga 557 PS bekerja. Dari struktur rangka yang bisa berjalan inilah lahir hypercar legendaris Porsche 918 Spyder di 2013 yang hanya diproduksi terbatas. (RS/Odi)



Sumber: Porsche


Baca Juga: Porsche 911 Seri 992, Penyempurnaan Tanpa Banyak Ubahan

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi