Pabrik BYD Subang Rakit M6 dengan Target TKDN 80 Persen
Fasilitas seluas 126 hektare di Subang Smartpolitan ini menjadi pusat ekosistem New Energy Vehicle (NEV) terintegrasi, dari manufaktur baterai hingga jaringan logistik
- KEY TAKEAWAYS
- Desain Pabrik Subang Mirip Fasilitas BYD di China
- Investasi Ekosistem BYD Tembus Rp16 Triliun
- Berdiri di Lahan 126 Hektare dan Serap Ribuan Pekerja
- Kapasitas Produksi Capai 150 Ribu Mobil per Tahun
- Baru Produksi BYD M6, Model Lain Menyusul
- TKDN Ditargetkan Naik hingga 60 Persen
- Subang Jadi Pusat Ekosistem Kendaraan Energi Baru BYD
- Penjualan BYD di Indonesia Sudah Tembus 100 Ribu Unit
BYD resmi mengoperasikan pabrik raksasanya di Subang, Jawa Barat. Fasilitas yang berada di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park ini diresmikan pada Kamis, 3 September 2026, dengan dihadiri Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
KEY TAKEAWAYS
Berapa nilai investasi total BYD untuk pembangunan ekosistem di Indonesia?
Nilai investasi BYD mencapai Rp16 triliun yang mencakup fasilitas produksi di Subang, manufaktur baterai, hingga infrastruktur logistik dan pusat suku cadangModel kendaraan BYD apa saja yang pertama kali diproduksi secara lokal di pabrik Subang?
Dua model pertama yang diproduksi secara lokal adalah BYD M6 DM (Dual Mode/Hybrid) dan BYD M6 EVDari pihak BYD, hadir Liu Xueliang, Vice President of BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager of BYD Asia-Pacific Auto Sales Division. Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao juga turut hadir bersama jajaran manajemen BYD dan sejumlah pejabat pemerintahan.
Kehadiran fasilitas ini bukan sekadar menambah kapasitas produksi BYD di Indonesia. Pabrik Subang juga disiapkan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk membangun ekosistem kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) secara lebih menyeluruh.
Desain Pabrik Subang Mirip Fasilitas BYD di China
Ukuran proyek BYD di Subang memang tidak kecil. Begitu memasuki kawasan pabrik, terlihat gerbang utama berukuran besar yang diikuti jalan lebar dan lurus menuju area produksi.
Di sisi kanan dan kiri dekat gerbang terdapat bangunan yang menyerupai asrama atau apartemen pekerja. Konsep ini mengingatkan pada fasilitas BYD di Changzhou, Provinsi Jiangsu, China, yang sebelumnya pernah dikunjungi OTO Media Group.
Foto: OTO | DandyDi Changzhou, bangunan tersebut digunakan sebagai hunian bagi para pekerja pabrik. Konsep serupa juga diterapkan BYD di Subang.
Kemiripan bukan hanya terlihat dari bentuk bangunan, tetapi juga dari penataan kawasan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan adanya pendekatan standar yang diterapkan BYD dalam pengembangan fasilitas manufakturnya di berbagai negara.
Investasi Ekosistem BYD Tembus Rp16 Triliun
BYD menggelontorkan investasi besar untuk membangun ekosistemnya di Indonesia. Head of Public Relations and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menyebut total nilai investasi tersebut mencapai Rp16 triliun.
“Hal ini mencakup ekosistem ya, sampai ke logistik dan lain-lain,” ujarnya.
Jadi, angka tersebut tidak hanya mencakup pembangunan fasilitas produksi kendaraan. Investasi BYD juga mencakup berbagai kebutuhan yang mendukung operasional ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Pabrik Subang sekaligus menjadi bagian dari upaya BYD menghadirkan fasilitas manufaktur dengan standar teknologi tinggi. Perusahaan sebelumnya menyebut visinya melalui “The Most Advanced Factory in Indonesia”.
Karena itu, fasilitas tersebut dibangun dengan tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas yang saling terintegrasi.
Berdiri di Lahan 126 Hektare dan Serap Ribuan Pekerja
Kompleks manufaktur BYD di Subang menempati lahan seluas 126 hektare. Ukuran tersebut membuat fasilitas ini menjadi salah satu proyek manufaktur otomotif berskala besar yang dibangun BYD di luar China.
Untuk tahap awal, pabrik telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring peningkatan aktivitas produksi.
Foto: OTO | DandyDalam jangka panjang, BYD memperkirakan fasilitas Subang bisa membuka lapangan kerja bagi lebih dari 20.000 orang. Artinya, dampak kehadiran pabrik ini bukan hanya pada produksi kendaraan, tetapi juga terhadap penyerapan tenaga kerja di sekitar kawasan industri.
Kapasitas Produksi Capai 150 Ribu Mobil per Tahun
Pabrik BYD di Subang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Fasilitas tersebut terdiri dari empat lini utama, yakni stamping, welding, painting, dan assembly. Masing-masing lini menjalankan tahapan berbeda dalam proses pembuatan kendaraan hingga siap diproduksi secara massal.
BYD juga menyiapkan rencana produksi baterai secara lokal. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai pasok kendaraan listrik sekaligus meningkatkan kandungan lokal produk yang dibuat di Indonesia.
Baru Produksi BYD M6, Model Lain Menyusul
Untuk tahap awal operasional, baru dua model yang diproduksi di Subang, yakni BYD M6 DM dan BYD M6 EV.
Produksi lokal ini menjadi langkah awal sebelum BYD memperluas lini kendaraan yang dibuat di Indonesia. Namun, perusahaan masih belum mengungkap model lain yang nantinya akan diproduksi di fasilitas tersebut.
Dengan kapasitas pabrik yang cukup besar, ruang untuk menambah model sebenarnya masih terbuka lebar. Tinggal menunggu strategi BYD berikutnya terkait kendaraan apa saja yang akan dilokalkan.
TKDN Ditargetkan Naik hingga 60 Persen
Saat ini, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan BYD yang diproduksi di Subang berada di kisaran 40 hingga 47 persen.
Angka tersebut belum berhenti di sana. BYD menargetkan TKDN produknya bisa mencapai 60 persen pada Januari 2027.
Foto: OTO | DandyPeningkatan kandungan lokal ini diharapkan membuat semakin banyak komponen, proses manufaktur, dan sumber daya dari dalam negeri terlibat dalam produksi kendaraan BYD.
Langkah tersebut juga akan memperbesar peran industri nasional dalam rantai pasok kendaraan energi baru, sekaligus membuka peluang pengembangan tenaga kerja Indonesia di sektor manufaktur otomotif.
Subang Jadi Pusat Ekosistem Kendaraan Energi Baru BYD
Pabrik Subang bukan sekadar tempat merakit kendaraan. BYD menyiapkannya sebagai salah satu pusat pengembangan ekosistem New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia.
Konsep yang dibangun mencakup rantai nilai yang lebih luas, mulai dari manufaktur kendaraan dan teknologi baterai hingga berbagai bisnis pendukung.
Di dalamnya termasuk logistik, yard, pusat suku cadang, sampai pengembangan sumber daya manusia. Dengan model seperti ini, BYD ingin membangun sistem yang terintegrasi sehingga aktivitas produksi dan distribusi dapat berjalan dalam satu ekosistem.
Penjualan BYD di Indonesia Sudah Tembus 100 Ribu Unit
Sejak mulai beroperasi di pasar Indonesia hingga saat ini, BYD telah mencatat penjualan lebih dari 100.000 kendaraan energi kepada konsumen Tanah Air.
Pada saat yang sama, jaringan penjualan dan layanan purnajualnya (aftersales) juga terus diperluas. Hingga kini, BYD telah memiliki lebih dari 100 lokasi yang mencakup jaringan penjualan dan purnajual.
Kinerja penjualan sepanjang 2026 juga menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan catatan Januari hingga Juli 2026, BYD telah membukukan penjualan 32.800 unit.
Angka tersebut memberikan BYD pangsa pasar (market share) sekitar 35 persen untuk kategori kendaraan energi baru atau NEV di Indonesia.
Dengan beroperasinya pabrik Subang, BYD kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk meningkatkan produksi lokal sekaligus memperluas kehadirannya di pasar kendaraan energi baru Indonesia. (EKA)
Baca Juga:
Pabrik Raksasa BYD Indonesia di Subang Diresmikan
Menanti Kejutan BYD Racco di Indonesia: Akankah Jadi Pengusik Baru Pasar City Car?
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil BYD
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan BYD
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil BYD Terbaru di Oto
Artikel Mobil BYD dari Carvaganza
Artikel Mobil BYD dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review