jakarta-selatan

Mahasiswa Indonesia Juara di London Karena Sampah

  • Jul 12, 2018
  • 398 Dilihat

Beberapa mahasiswa Indonesia mengikuti festival tahunan bertajuk “Shell Make the Future Live” yang digelar di London, Inggris 8 Juli 2018 lalu. Mereka adalah tiga mahasiswa Indonesia dari Universitas Gadjah Mada: Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi dan Thya Laurencia Benedita Araujo. Mereka berhasil menyabet juara kompetisi Shell Ideas360 2017/2018, mengusung gagasan di sektor energi berjudul “Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS).



Shell Ideas360, sebuah ajang kompetisi yang menantang para mahasiswa seluruh dunia untuk mengembangkan beragam ide dan gagasan dalam menghadapi tantangan global di sektor energi, pangan dan air. Kompetisi yang dimulai sejak 2013 ini, menjadi bagian dari festival inovasi Shell Make the Future.


Kemenangan mereka tak lepas dari kondisi sampah lingkungan yang bahkan menjadi tantangan bersama. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jenna Jambeck, yang telah dipublikasikan pada Jurnal Science (www.sciencemag.org) pada Februari 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar 50 kilometer dari garis pantai menghasilkan 5,4 juta ton sampah plastik. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai penghasil sampah plastik nomor dua terbesar di dunia.


Mereka memberikan gagasan untuk dapat mengkonversikan limbah plastik menjadi energi alternatif baru yang rendah emisi. Ide itu diwujudkan menjadi gagasan berjudul Smart Car Microalgae Cultivation Support, ide mobil pintar yang menggunakan sampah plastik sebagai sumber energi alternatif.



“Gagasan ini lahir dari kepedulian kami melihat lingkungan di sekitar. Berbagai uji coba, diskusi panjang dengan tim dan para dosen, kami lakukan untuk melahirkan gagasan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masa depan dunia,” ujar Herman.


Desain MCS


Smart Car MCS didesain dengan reaktor pirolisis yang dapat menampung sebanyak 2 kg sampah plastik. Proses pirolisis plastik sebagai proses degradasi plastik, menggunakan panas suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Sumber panas datang dari gas buang knalpot mobil yang suhunya dapat mencapai di atas 400ºC.


Mobil juga dilengkapi teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Pengembangan Smart Car ini, tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel, namun juga diharapkan mengurangi persoalan sampah.


Perjalanan Tim Smart Car MCS dengan gagasan mobil pintarnya, hingga mencapai final Shell Ideas360 melalui proses yang panjang dan seleksi ketat. Kompetisi Shell Ideas360 tahun ini diikuti sekitar 17.000 mahasiswa dari 140 negara dengan 3.363 ide/gagasan. Para peserta melalui tiga tahapan kompetisi Shell Ideas360.


Tahap 1 merupakan seleksi formulasi gagasan. Di tahap ini sebanyak 3.363 gagasan/ide yang masuk diseleksi menjadi 1.100 ide terpilih dan berhak maju ke tahap kedua. Peserta yang lolos seleksi tahap 1 mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan ide dengan mentor Shell dan sebanyak 68 gagasan dinyatakan lolos seleksi di tahap ini.


Pada tahap ketiga, hanya tersisa 5 gagasan yang berhasil melaju ke babak final, salah satunya Tim Smart Car MCS yang berhak mewakili Asia di ajang final Shell Ideas360 di London, Inggris. Mereka menjadi satu-satunya tim mahasiswa Indonesia yang sukses mencapai tahap final dan menjadi juara sejak pertama kali kompetisi Shell Ideas360 diadakan. (Alx/Odi)


Baca Juga: Shell Lubricants Pasarkan Pelumas Transmisi Khusus Mobil Otomatis

Shares

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi