• Wishlist

Kebijakan PPnBM Baru, Mitsubishi Pelajari Kemungkinan Harga Outlander PHEV Turun

Kebijakan PPnBM Baru, Mitsubishi Pelajari Kemungkinan Harga Outlander PHEV Turun

Mitsubishi Indonesia menyambut positif Peraturan Pemerintah terkait Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) yang baru ditetapkan. Soalnya, aturan itu mengatur PPnBM berdasarkan emisi gas buang atau konsumsi bahan bakar, bukan lagi bentuk kendaraan bermotor.


konvoi kendaraaan listrik


Salah satu pasalnya menyebutkan, kendaraan dengan teknologi plug-in hybrid dikenakan PPnBM 15 persen dengan dasar pengenaan pajak nol persen. Turun signifikan dari sebelumnya sebesar 40 persen. Skema itu harusnya mempengaruhi harga jual kendaraan elektrifikasi, dalam hal ini Mitsubishi Outlander PHEV yang sudah dipasarkan PT Mitsubishi Indonesia Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).


Walau begitu, Irwan Kuncoro, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), menilai adanya aturan tak serta-merta bisa langsung menurunkan harga kendaraan. Soalnya, banyak faktor yang perlu dilihat. Pertama adanya persyaratan yang diperlukan agar produk mendapatkan hak istimewa itu.


“Kita harus lihat dulu, persyaratannya apa saja. Dan itu dua tahun menurut peraturan, apakah dikaitkan dengan produksi lokal dan sebagainya perlu dipelajari dulu. Kita masih belum tahu juga konkretnya seperti apa, apakah aturan bisa diberlakukan untuk Outlander PHEV atau tidak. Itu yang masih kita tunggu petunjuk teknisnya,” ucapnya di Jakarta.


Bila memang ada kebijakan yang mengharuskan pabrikan memproduksi secara lokal, ini bisa menjadi tantangan besar bagi MMKSI. Walau merek ini telah memiliki pabrik sendiri di Tanah Air, bukan berarti mereka bisa dengan mudah memproduksinya.


“Kalau bicara produksi, kami sudah punya pabrik. harusnya produk apapun bisa. Tapi kan kita bicara pasar, jadi tidak otomatis semua bisa diproduksi di sini,” terangnya.


Volume yang cukup besar menjadi syarat utama, agar pihaknya bisa mengambil langkah itu. Namun, lagi-lagi untuk mencapainya dibutuhkan strategi, salah satunya menyetel harga jualnya agar sesuai segmennya. Sehingga konsumen mau menerimanya lebih baik.


“Jadi dengan harga Rp 1 miliar lebih, kita tidak bisa dapat volume banyak. Kalau harganya turun, dapat volume besar, kan visibel untuk diproduksi,” jelasnya.


Outlander PHEV saat ini dibanderol Rp 1,289 miliar. Dengan angka segitu, Irwan mengaku pihaknya sudah mendapat respons yang cukup baik. Rencananya, MMKSI melakukan impor barang bulan ini, kemudian November mendatang kemungkinan sudah dikirim ke konsumen.


“Sekitar 40 sampai 50-an. Tapi itu campur ya, ada yang inden ada yang prospek. Walau launchingnya sudah di GIIAS kemarin, tapi start penjualannya kan bulan ini,” katanya. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Mitsubishi Ramaikan Sosialisasi Kendaraan Listrik di Ajang Jakarta Langit Biru

Jelajahi Mitsubishi Outlander PHEV

Bandingkan & Rekomendasi

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store