Demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Insentif PPnBM untuk Otomotif Tembus Rp 1,72 Triliun

Demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Insentif PPnBM untuk Otomotif Tembus Rp 1,72 Triliun

Indonesia terus berupaya untuk melepaskan diri dari dampak pandemi di bidang ekonomi. Saat ini pemulihan ekonomi nasional berangsur membaik. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan sampai dengan Agustus 2021 APBN menunjukkan kinerja yang baik. Ini ditunjukkan dengan pertumbuhan realisasi belanja yang terjaga yaitu Rp 1.560,8 triliun atau tumbuh 1,5 persen. Belanja dan seluruh program di monitor dan dipertanggungjawabkan untuk akuntabilitas dan efisiensi.

Khusus untuk industri otomotif, Kemenkeu telah mengumumkan insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) diperpanjang sampai Desember 2021. Ada enam pabrikan kendaraan bermotor yang telah mendapatkan diskon PPnBM untuk mobil-mobil buatannya.

Sri Mulyani melaporkan, insentif untuk industri otomotif ini terhitung lebih dari Rp 1 triliun dan sudah dapat dinikmati wajib pajak. Harapannya diskon PPnBM dapat mendorong konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomi.

“Total insentif untuk PPnBM yang sudah dinikmati Rp 1,73 triliun. Kemudian kemarin kita sudah mengumumkan akan diperpanjang sampai dengan Desember,” ucap Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA September 2021, Kamis (23/9/2021).

penjualan mobil

Sri Mulyani berharap keringanan ini dapat dinikmati masyarakat. Meski penerimaan negara dihitung akan mengalami penurunan dari PPnBM ini, namun ada dampak multiplier terhadap kegiatan manufaktur, terutama dari sisi konsumsi yang akan mendorong pemulihan ekonomi.

Insentif PPnBM ini juga ditujukan untuk meningkatkan utilitas kapasitas produksi otomotif dan sebagai instrumen pengungkit konsumsi. Selain PPnBM, pemerintah juga memberikan diskon lain yakni PPh 25, PPh Final UMKM dan penurunan PPh Badan.

Ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, dimana pemerintah diperbolehkan melebarkan defisit di atas 3 persen hingga tahun 2022. Maka dari itu, pemerintah harus melakukan konsolidasi fiskal agar tahun 2023 defisit bisa kembali di bawah 3 persen.

Dalam akun media sosialnya, Sri Mulyani mengungkapkan kebijakan diskon pajak PPnBM yang diperpanjang hingga Desember 2021 dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

“Kebijakan diskon pajak telah direspons positif oleh masyarakat dan produsen. Tercatat mulai Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi,”

“Dan tahukah? Peningkatan sisi produksi ini memiliki dampak positif yang sangat penting yaitu menjaga tingkat penyerapan tenaga kerja,” ucap Sri Mulyani.

Baca juga: Sah, Diskon PPnBM 100 Persen Kembali Diberlakukan Hingga Akhir Tahun

Produksi mobil

Melalui PMK 120/PMK 010/2021, besaran insentif diskon PPnBM kendaraan bermotor yang semula diberikan dari Maret hingga Agustus 2021 diperpanjang menjadi hingga Desember 2021.

Insentif yang diperpanjang meliputi, PPnBM DTP 100% untuk segmen kendaraan bermotor penumpang dengan kapasitas mesin sampai dengan 1.500 cc, PPnBM DTP 50% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x2 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc, serta PPnBM DTP 25% untuk kendaraan bermotor penumpang 4x4 dengan kapasitas mesin >1.500 cc s.d. 2.500 cc.

Secara kumulatif Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel telah tumbuh 38,5% dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan. Dengan peningkatan penjualan tersebut, para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Produksi mobil secara kumulatif Januari – Juli 2021 mampu tumbuh 49,4% (yoy).

Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan Complete Knockdown (CKD) yang tumbuh 169,7% pada periode yang sama. Dengan performa tersebut, kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan dapat tumbuh double digit atau masing-masing sebesar 45,7% dan 37,9% (yoy) pada Triwulan II-2021.

Ruang bagi industri otomotif nasional masih cukup besar untuk dapat kembali berproduksi secara maksimal. Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada Q2-2021 masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, dukungan insentif diskon PPnBM diperpanjang. (Sta/Raju)

Baca juga: Meski Insentif PPnBM Pemerintah Turun Jadi 25 Persen, Wuling Tetap Berikan Subsidi PPnBM Hingga 100 Persen

 

GIIAS 2021

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil