jakarta-selatan
kali dibagikan

Daihatsu Tak Khawatir Penjualan di IIMS 2019 Turun

  • 10 Mei, 2019
  • 992 Kali Dilihat

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tak menorehkan hasil gemilang di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019. Pemesanan unit yang diterima produsen Jepang itu tidak besar, bahkan dikatakan mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.



Selama sebelas hari gelaran, ADM membukukan 399 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK). Angka ini turun 30 persen dari capaian di IIMS 2018 yang mencapai 568 unit. Adapun model yang paling banyak dibeli adalah Sigra. Menyusul di bawahnya ada Terios. SUV andalan Daihatsu ini, mengalahkan Xenia yang belum lama ini disempurnakan. Bahkan MPV (Multi Purpose Vehicle) itu masih kalah populer dari Ayla, yang menempati posisi ketiga. Dari seluruh penjualan terdapat pula segmen komersial, Gran Max baik yang pikap maupun blind van, walau unit yang terbeli tak banyak.


"(Penjualan) Daihatsu turun, kami selalu menyajikan data apa adanya. Sebenarnya brand-brand lain pun juga banyak yang turun. Perinciannya paling banyak Sigra 154 unit, Terios 81 unit, Ayla 54 unit, GranMax varian blind van 22 unit dan pikap 13 unit," ungkap Amelia Tjandra, Marketing Director PT ADM saat berbuka puasa bersama awak media di markasnya, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (10/05).


Meski pencapaiannya tidak sebesar merek lain di IIMS 2019, ADM tak memasalahkan. Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso mengungkapkan, pihaknya memperoleh banyak calon pembeli potensial atau hot prospect di event ini. Itu menunjukkan mobil Daihatsu masih diminati masyarakat.


"Di sana hot prospect juga dicatat. Mereka tanya serius, untuk kebutuhan menjelang lebaran. Secara prospect masih cukup tinggi. Nanti kami bisa follow up di Mei ini. Kami optimis penjualan Mei lebih baik dibanding April," terangnya.


Di samping itu, pabrikan ini sedang berbangga karena pangsa pasarnya naik. Padahal pasar otomotif nasional tahun ini, tengah lesu bila dibandingkan sebelumnya. Turunnya performa market menurut Amel, disebabkan banyak hal. Adanya pemilihan umum presiden tak bisa dipungkiri ikut andil. Selain itu, harga CPO (crude palm oil) atau minyak kelapa sawit mentah yang melemah dan batu bara yang cenderung tak berkembang, turut berkontribusi. Sehingga banyak konsumen yang menahan untuk membeli mobil penumpang, termasuk segmen komersial.


"Bujet infrastruktur dari pemerintah sudah habis dan menunggu proyek selanjutnya dari pemerintah baru hasil Pemilu 2019. Jadi masih menunggu setelah Oktober, mau spending berapa pemerintah baru untuk infrastruktur,” tambahnya. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Penjualan Daihatsu Turun, Peminat Sigra dan Terios Semakin Banyak

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Toyota Sienta 2019 | Jakarta Coffee Paradise |...
    • 04 Des, 2019
    •  
  • Mazda 2 & Mazda CX 5 2019 |...
    • 25 Nov, 2019
    •  
  • Mazda CX-8 | First Impression | Harga Mulai...
    • 25 Nov, 2019
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross | First Impression | Apa...
    • 13 Nov, 2019
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross | Harga Mulai Rp 267...
    • 13 Nov, 2019
    •  
  • Toyota Corolla Altis Hybrid | First Drive |...
    • 12 Nov, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi